Kendati demikian bukan berarti gedung-gedung sekolah di Kota Tangerang tidak butuh perbaikan. Buktinya pemkot mengalokasikan anggaran senilai Rp55 miliar untuk membiayai pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan pada tahun ini.
Kepala Dinas Bangunan Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, dana tersebut khusus untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebutuhan pendanaan setiap sekolah berbeda, salah satunya dipengaruhi kapasitas tampung siswa.
"Di bidang pendidikan kami akan bangun 16 gedung SD dan SMP berjumlah 156 kelas," tuturnya.
Ekspansi bangunan eksisting gedung SMP tersebar di enam lokasi berupa penambahan ruang kelas. Adapun bangunan SD yang hendak digarap di antaranya relokasi SDN Sukasari 4 dan 5 di samping mal Tangerang City.
Untuk tingkat SMP hanya ada satu sekolah baru yang hendak dibangun, yakni SMP Negeri 25 di Kecamatan Larangan. Pemerintah kota (Pemkot) mengalokasikan sekitar Rp3 miliar untuk membangun sekolah berkapasitas kursi 270 siswa dan mulai dibuka tahun depan ini.
Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga mengalokasikan Rp40 miliar untuk perbaikan sejumlah bangunan SMA/SMK. Gedung sekolah yang menjadi prioritas pada 2015 adalah infrastruktur yang penyelesaian pembangunannya mendesak alias lanjutan dari tahun-tahun lampau.
Dedi menjelaskan, Undang-undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan kewenangan untuk penyelenggaraan pendidikan SMA/SMK ditarik ke tangan pemerintah provinsi bukan lagi di kabupaten/kota.
Masa transisi untuk menerapkan kebijakan itu sampai degan 2016.
"Kami masih tunggu kebijakan dan konfirmasi pemkot dan pemprov kesepakatannya bagaimana. Maka dari itu kami tidak bisa bangun semua [SMA/SMK] dulu," ucapnya.
Di berbagai penjuru Tangerang mungkin ada gedung-gedung sekolah yang bernasib sama atau lebih payah daripada SD Negeri Pakulonan Barat II. Kenyataannya di saat yang sama wilayah ini juga disesaki berbagai sekolah swasta mahal yang menggembar-gemborkan dirinya berstandar internasional.