Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru ke wilayah Jakarta bisa tembus 50.000 orang usai Lebaran 2025.
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan operasi yustisi dan memulangkan pendatang baru ke wilayah asalnya.
Bahkan, kata Rano, Jakarta akan menjadi daerah yang terbuka dan menerima seluruh masyarakat dari daerah mana pun. Namun para pendatang baru itu, menurut Rano harus memiliki kemampuan untuk bekerja di Kota Jakarta.
"Memang saran kita itu kan harus punya ketampilan, harus punya skill karena kalau kosong-kosong saja nanti akan bersaing dengan masyarakat Jakarta," tuturnya di Jakarta, Jumat (4/4).
Kendati tidak melakukan operasi yustisi, kata Rano, pemerintah provinsi Jakarta tetap akan melakukan pendataan kepada para pendatang baru.
"Tentu kan setiap kunjungan akan kita data. Data itu bukan untuk melarang, supaya kita hitung berapa sih jumlah pendatang baru," katanya.
Baca Juga
Rano memprediksi jumlah pendatang baru ke Jakarta bisa lebih dari 50.000 orang, bukan 15.000 orang seperti prediksi dari Disdukcapil Jakarta.
"Kalau 15.000 itu kecil sekali, sangat kecil. Mungkin bisa di atas itu, prediksi kita di atas 50.000 pendatang baru," ujarnya.
Sebelumnnya, Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memberikan imbauan kepada masyarakat yang ingin mengadu nasib di Daerah Khusus Jakarta pasca-Lebaran.
Cak Imin, sapaan akrabnya, mengatakan, para pendatang diharapkan mempunyai kemampuan yang dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Jakarta.
“Jangan sampai pindah Jakarta menjadi beban Jakarta, tetapi menjadi solusi ekonomi kita semua,” kata Cak Imin kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Senin (31/3/2025).
Untuk itu, dia mengharapkan masyarakat dari luar Jakarta untuk mempersiapkan diri dengan kemampuan-kemampuan yang dimiliki.
“Tentu kita berharap siapapun yang diajak ikut bergabung ke jakarta benar-benar menyiapkan diri,” ujarnya.